The Dreaming Room

Bisnis tanpa mimpi seperti hidup tanpa tujuan.

Michael E. Gerber

Hampir dua tahun lalu, tahun 2017, saya memilih berhenti jadi Dekan di Universitas Swasta di Pulau sumbawa, mengundurkan dari kandidat beasiswa S3 di Inggris dan memilih tidak punya pekerjaan. Banyak keluarga dan teman yang menganggap saya gila dan tidak bersyukur. Buku ini menyuruhku untuk mengingat-ingat kejadian kala itu.

Saat itu penuh dengan perasaan tertantang dan juga terancam. Tertantang karena sepertinya ada bayang samar jawaban sayup tentang kebimbangan krisis perempat usia. Dunia seperti berbicara kepadamu dengan bahasa baru, bahasa yang tidak biasa kamu dengar. Bahasa yang menjanjikan apa yang bisa jadi kamu cari selama ini, tapi belum pernah kamu usahakan, sebuah suara tentang kesempatan. Namun, di sisi lain, kamu merasa terancam, karena bahasa itu jugalah yang akan menyeretmu dari semua hal yang membuatmu berada dalam titik ini dalam hidup. Dia akan membawamu kepada hal-hal yang tak pasti, meninggalkan semua kehidupan normalmu, masa depanmu tak terprediksi.

Selain tuhan, hanya Lina, istri saya, manusia satu-satunya tempat saya meminta izin dan juga restu. Orang tua, keluarga dan lainnya, hanya saya berikan pemberitahuan dan juga permintaan doa. Tak ada jawaban atas pertanyaan “kenapa” dari mulut mereka. Saya tahu mereka sedih, menyayangkan dan pastinya khawatir, tapi hanya senyum yang bisa saya berikan. Itulah momen awakening saya.

Melewati masa berbulan bulan, tabungan mulai menipis, sementara tidak ada pemasukan, keputusan saya untuk terjun menjadi Digital Marketer belum juga membuahkan hasil, rumah saya masih numpang, istri sebentar lagi melahirkan anak ketiga, setiap keluar rumah dan bertemu orang, pikir saya mereka seperti berkata, “Nah, sekarang nyesal kan!” Saya mulai mengurung diri. Inilah masa-masa Realization dan Negative Reaction yang saya hadapi.

Sampai akhirnya saya menimta izin kepada satu-satunya investor saya, lagi-lagi istri saya untuk menggunakan tabungan terakhir hasil tabungan dia untuk saya pakai ikut kursus online tentang Facebook Ads, sebesar dua juta lima ratus rupiah. Inipun berakhir dengan kegagalan.

Alhamdulillah tidak berhasil profit setelah praktek kursus itu, bukan berarti saya kalah total. Berbekal ilmu-ilmu dasar di kursus itulah yang membuka jalan untuk saya memahami basic, belajar sendiri, membaca literatur, mempelajari sharing para advertiser di Youtube, sampai akhirnya bisa spend iklan di facebook dari 300 ribu, satu juta, lima juta sampai puluhan juta. Di masa ini, persolan dream saya mulai terbentuk.

Saat itu, saya sudah menjadi orang yang berani bermimpi punya mobil, punya rumah, dan juga jalan-jalan ke luar negeri. Seperti orang yang balas dendam dengan semua kepahitan masa lalu, ketidak mampuan selama hidup 30 tahun.

Sampai akhirnya saya mengikuti Training For Mentor yang diadakan mas Jaya Setiabudi beberapa bulan yang lalu di Malang. Di situ saya menemukan Sudden Shock saya. Berbisnis bukan hanya tentang personal dream, tapi impersonal dream. Mimpi yang bukan lagi tentang personal diri kita, tapi mimpi tentang kontribusi terhadap orang lain.

Sepulang dari training, saya bertemu satu-satu dengan karyawan-karyawan saya. Saya bertanya dalam ruangan tertutup dengan mereka enam mata ditemani istri. Ternyata mimpi-mimpi mereka begitu sederhana, sesederhana hanya ingin punya motor bekas, sesederhana hanya ingin agar adik mereka bisa lanjut kuliah, sesederhana agar mereka bisa meringankan hutang orang tuanya. Saat mereka ada yang malah tak punya mimpi macam-macam, hati saya rembes. Ketika ada dari mereka yang akhirnya berkaca-kaca menceritakan hal-hal yang menyesakkan dada, mata saya ikut berembun tapi saya tahan.

Saat itulah saya memantapkan diri dan mulai masuk ke The Dreaming Room saya. Di situlah saya menemukan sesuatu yang lebih besar dari ke-aku-an saya. Saya menemukan sesuatu yang hilang.

Dulu, saya hanya meminta izin dan restu hanya sama istri, melalui tulisan ini saya ingin berkata kepada siapa saja yang membacanya, mohon doakan saya, istri dan juga tim yang sedang membangun bisnis yang benar menurut Gerber, bisnis yang punya mimpi!

Published by

Syabli Muhammad

yang lagi belajar :)

15 thoughts on “The Dreaming Room”

  1. Leading Online Pharmacy – Contact us at +1 (917) 259-3352 for unbelievable rates, discount and offers on any medicine. Get it delivered free of cost at your door steps, call us today. Phone : +1 (917) 259-3352

  2. I wanted to thank you for this good read!! I certainly loved every little bit of it. I’ve got you book marked to check out new things you post…

  3. Leading Digital Marketing agency in India and Kolkata, Leading Web Design company. Providing web designing and Digital marketing services, Digital marketing course, and certification with an internship.

  4. This is the right site for anybody who wishes to understand this topic. You know a whole lot its almost hard to argue with you (not that I really would want to…HaHa). You definitely put a new spin on a topic that has been written about for years. Great stuff, just wonderful!

  5. Howdy! This post couldn’t be written much better! Going through this article reminds me of my previous roommate! He continually kept preaching about this. I will send this article to him. Pretty sure he will have a good read. Many thanks for sharing!

Comments are closed.