Selesaikan Dua Hal Ini Kalau Mau Sukses di Bisnis!

Kalau kamu sudah kebelet pengen bisnis dan nggak tahu dari mana, semoga tulisan ini bisa membantu. Kalau kamu sudah coba berbagai bisnis tapi kok ya gagal terus, mudah-mudahan tulisan ini jadi pencerahan. 🙂

Pertama-tama, gini deh! Menurut kamu, kalau manusia di dunia ini dibagi dua kelompok antara introver dan estrover, kamu termasuk yang mana?

Introver itu orang yang lebih senang dengan kesendiriannya, sedangkan ekstrover lebih ke tipikal mudah ketemu orang. Introver tuh kalau ada masalah lebih banyak merenung sendiri, beda kalau ekstrover lebih suka mencari orang untuk tempat cerita atau minta tolong.

Dalam hal pilih baju misalkan, kalau orang introver itu pilih baju jarang bahkan nggak pernah minta pendapat orang, beda sama ekstrover, lebih suka tanya pendapat orang dulu baru mantap! Contoh lain, kalau seandainya kamu pinjem mobil sama temen terus tiba-tiba mogok di jalan, apa yang kamu lakukan paling dulu? Orang introver biasanya cari manualnya dulu, perbaiku dulu sebisanya, atau bawa ke bengkel sekalian. Berkebalikan dengan orang ekstrover, ketika kejadian, dia akan langsung ambil HP kabari dulu yang empunya mobil.

Kira-kira kamu di posisi mana?

Saya pribadi seorang introver murni, bahkan bisa sampai berbanding 85:15 dengan sisi ekstrover saya. Saya tidak nyaman menjadi fokus perhatian atau fokus banyak orang. Saya payah dalam memperhatikan satu orang, apalagi banyak orang. Berdiri di depan panggung untuk membahagiakan banyak orang adalah penderitaan bagi saya. hehe

Bisakah seorang introver mengajar? Bisa. Saya pernah jadi guru tervaforit di salah satu SMP di Klaten, saya juga pernah jadi dosen di dua kampus berbeda. Tapi, dalam jangka waktu yang terus-menerus tidak akan bisa. Tidak natural bagi kaum introver untuk terus berusaha membuat orang lain suka. Well, mungkin itu alasan walaupun saya pernah jadi wakil rektor dan dekan, tetap saja, pekerjaan itu tidak pernah menjadi top of mind saya.

Jadi apa hubungannya dua tipe ini dengan bisnis? Kok malah jadi pelajar psikologi sih. Sabar, tentukan aja dulu kamu yang mana!

Sederhananya, orang introver mendapatkan energi dengan diam dan berbicara dalam hatinya sendiri. Introver menjaga jarak dengan keramaian pada saat ada yang dipikirkan. Beda halnya dengan ekstrover yang mendapatkan energi dari orang sekitar. Mereka menyedot energi dari social interaction. Berkumpul itu menyenangkan buat orang ekstrover. Sebagai catatan, pada saat kaum introver diam dan malas bicara, jangan dipaksa dan jangan merasa terganggu. Itu hanya jeda sebentar, Biarkan kami diam, berbicara dengan diri sendiri, setelah itu kami akan kembali normal lagi. Kami memang tidak pandai mengekspresikan diri.

Kenali siapa diri Anda, di mana karakter sukses Anda dalam berpikir dan bertindak, serta apa latar belakang karakter Anda dalam berinteraksi. Jika Anda sudah menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut, Anda pasti akan merasa lebih nyaman menjalani sebuah tindakan. (Diambil secara copy paste dari bukunya Mardigu Wowiek, Tajir Melintir)

Tidak ada manusia yang 100% introver atau ekstorver. Pasti ada yang dominan 80% ekstrover 20% introver, atau sebaliknya. Jadi, know your self, kenali diri itu yang utama.

Ok saya orang Ekstrover, lalu apa? Sebelum saya kasih contoh bisnis yang tepat untuk kamu coba lihat lagi dua tipe manusia berkut ini!

Kalau manusia dibagi jadi dua lagi, antara intuitif (manusia langit) dan sensori (manusia bumi) kamu termasuk yang mana?

Orang langit adalah tipe pencipta atau kreator, sedangkan orang bumi adalah tipe pelaksana. Orang intuitif sangatlah kreatif, bahkan di bawah tekanan dia semakin kreatif. Senang kerja mepet-mepet waktu. Adapun orang sensori adalah pelaksana. Dialah yang bergerak, take action. Jika orang langit adalah pencipta ide, orang bumilah yang mengambil tindakan untuk melaksanakannya.

Tidak ada yang lebih baik antara satu dengan yang lain, orang langit memang kekuatannya di ide-ide yang kreatif tapi orang bumi adalah si penggerak. Orang langit tanpa didukung orang bumi ya nggak jalan. Orang bumi tanpa orang langit, ya kerjanya begitu-begitu aja nggak ada perkembangan dan inovasi.

Sampai sini sudah nemu kamu termasuk yang mana?

Setelah tahu dimana sisi natural kamu bekerja dan bertindak, juga tahu dimana kelebihan dan kekurangan kamu, sekarang kita ambil contoh beberapa bisnis yang kira-kira pas dengan kamu. Ini gambaran umum supaya mulai ada cahaya dalam lorong gelap ketidak mengertianmu atas dirimu sendiri.

Kalau mengambil contoh bidang usaha, manufaktur itu lebih banyak di introver karena termasuk change production. E-commerce itu lebih banyak orang intuitif karena dia mainnya di sistem. Adapun jasa lebih banyak di orang ekstrover karena mereka people person. MLM juga kebanyak orang ekstrover. Orang introver jangan coba-coba main MLM. Bukannya tidak cocok, tapi tidak natural. Kalau orang sensori lebih banyak maen di saham, trading, bursa efek, kebanyakan mereka main di sana.

Bagaimana? sudah kebayang kamu siapa dan cocok di bidang bisnis mana? harapannya sih sudah.

Saya pribadi adalah orang introver yang intuitif. Saya cocok kerja di bidang e-commerce. Makanya saya sekarang sangat menikmati dunia internet marketing, buat toko online, iklan di facebook dan google. Sarungan depan laptop dan hp, sampai mertua saya pusing, ini menantu kerjaannya apa sih, di kamar mulu nggak pernah keluar rumah. Mungkin itu juga sebabnya beasiswa LPDP sudah dapat tapi nggak juga seratus persen effort untuk berangkat kuliah. 🙁

Nah, sekarang kamu bagaimana? Kasih komentar di kolom bawah ya!

Sebelum saya tutup tulisan ini, saya mau kasih istilah-istilah yang bisa kamu pelajari lebih lanjut untuk menunjang kesuksesan kamu di bisnis;

  1. Orang yang intuitif disebut Creator, kalau mau sukses, harus punya konsep.
  2. Orang yang intuitif dan ekstrover disebut Star, mau sukses harus mampu berpromosi dan menciptakan daya tarik brand
  3. Orang yang ekstrover murni disebut Supporter, orang ini harus menciptakan tim operasional kalau mau leading.
  4. Orang yang sensori dan ekstrover disebut Deal-Maker, dia ini harus punya jaringan dan koneksi pasar.
  5. Orang yang sensori disebut Trader, kalau ini wajib memiliki barang yang bisa dijual dan dibeli.
  6. Orang yang sensori yang introver Accumulator, yang ini harus punya aset yang bisa dijaminkan.
  7. Orang yang introver murni disebut Lord. Lord harus punya arus kas yang kuat.
  8. Orang introver yang intuitif disebut Mechanic, kalau tipe ini harus punya model yang unggul.

Udah nulis panjang kali lebar ternyata tidak sama dengan judulnya, dua hal yang harus kamu selesaikan kalau mau sukses bisnis. wkwkwk. Ini baru bagian pertamanya saja. Jadi point keduanya saya simpan di tulisan berikutnya aja ya, itupun kalau banyak yang komentar. Capek juga nulis kalau kagak ada yang baca.

Jadi segera tinggalkan komentar kamu itu termasuk tipe yang mana dan cocok nggak dengan bisnis yang kamu rencanakan atau sedang kamu kerjakan. Kalau nulis itu aja susah, ya udah tulis aja “Lanjutin dong Bli!” masa gitu aja susah. 🙂

 

 

7 comments / Add your comment below

  1. Kemarin lupa komen pak. Padahal sudah baca dan menikmati tulisannya. Hehe. Saya sprtinya cenderung tipe intorver dan sensori. Tapi ga murni jg, ada ekstrover sedikit. Intuitif ga ada sama sekali. Hehe. Lanjutin dong Bli !

    1. Makasih dah komen Bro. Saran saya coba mulai baca buku-buku investasi kayak saham, reksadana atau cryptocurrency. Siapa tahu ente punya rezeki deras lewat sana. Btw, Intuitif Sensori ini tipenya Warren Buffett. Selamat belajar 🙂

  2. Kalo saya apa ya pak ?
    Kalo prediksi saya lebih cenderung ke introvert dan sensori Atau introvert intuitif ya. ?
    Saya lebih senang ngelaksanain sesuatu, jdi operator, action gerak wara wiri sono sini,
    Tp disatu sisi kadang org bilang dan melihat saya sebagai org kreatif dan unik.
    Itu gmna ya ? Apa harus baca buku ya hehhe

    Panjang ya pak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *