Kenapa Bisnis Kecil Gagal?

If your business depends on you, you don’t own a business.

Beberapa hal menarik dari buku ini diantaranya; Pertama, dari buku inilah saya menemukan gambaran utuh, apa yang menyebabkan karyawan pertama saya resign. Padahal saya mengira tidak ada yang salah, tapi pada suatu hari, ia tiba-tiba sms, ia berhenti kerja. Mirip dengan cerita dalam buku ini. Dan di situlah saya menemukan jawabannya. Karena saya masih belajar menjadi seorang enterpreneur.

Awal-awal memulai saya hanyalah seorang teknisi, masih jauh dari sosok manager terlebih lagi seorang enterpreneur. Bahkan sampai selesai membaca buku ini, saya pun masih jauh dari sosok seorang enterpreuner. Saat ini saya sedang berlatih untuk melepaskan diri dari posisi manager.

Pada intinya buku ini ingin memberikan petunjuk kepada small business, atau kita sebut saja UKM untuk bisa bertahan, tumbuh dan berkembang. Karena statistiknya mengerikan sekali; dari satu juta orang yang memulai bisnis, pada tahun pertama 40%nya akan menghilang.

Dalam kurun waktu 5 tahun, 80% atau sekitar 800.000 UKM gagal. Dan mimpi buruknya tidak berhenti di situ, 80% dari UKM yang bisa bertahan selama lima tahun pertamanya itu, akan menemukan kegagalan pada 5 tahun keduanya. wow!

Menyelami ratusan halaman buku ini, pada intinya keberhasilan sebuah bisnis sangat tergantung dari perkembangan kapasitas dari pemiliknya. itu saja! tidak lebih tidak kurang! Segelintir UKM yang bertahan sampai 10 tahun adalah bisnis yang pemiliknya tumbuh dari seorang teknisi, tumbuh menjadi manager, dan akhirnya menjadi seorang enterpreuner. Ada banyak penjelasan dan gambaran utuh tentang perpindahan fase-fase ini dalam diri seorang pemilik bisnis, kalau mau lebih detail baca saja bukunya.

Terakhir, ada satu hal yang menurut saya agak kurang di buku ini. Adalah prototype yang Michael E. Gerber berikan untuk membuat perusahaan berjalan sesuai sistem adalah dengan membayangkan perusahaan kecil kita bisa diduplikasi menjadi ratusan bahkan ribuan cabang. Inilah yang ia sebut sebagai Franchise Prototype.

Saya kurang suka bukan karena efektifitasnya tapi lebih jauh ketika semua UKM menerapkannya dan berakhir pada pemikiran serakah dan hanya mementingkan materi. Atau lebih kepada point of view saja kali ya!

Sebagai pembaca yang belajar tentang keberkahan dalam bisnis, ini menjurus untuk menumbuhkan sikap greedy kapitalis dalam jiwa pengusaha kecil. Seolah mengikis makna sukses pengusaha dalam lingkup duniawi saja, akan ada dorongan kuat membentuk parameter kesuksesan sebuah bisnis adalah punya ratusan cabang.

Nah, bagi yang mau baca buku ini, saya wanti-wanti aja. jangan telan mentah-mentah! berangkat dari makna sukses masing-masing tentunya. Sebagai seorang yang percaya pada hari akhir, kesuksesan nggak berhenti pada ratusan cabang dan omset milyaran. Ada hal-hal prinsip yang kadang orang non muslim mempraktekkannya sementara kita yang muslim masih jauh. Contoh saja model bisnisnnya Kopi Aroma di bandung. Ini pemiliknya orang non muslim tapi pemikirannya sebagai pengusaha mungkin lebih syar’i daripada kebanyakan pengusaha muslim. Google aja kalau penasaran!

Published by

Syabli Muhammad

yang lagi belajar :)

2 thoughts on “Kenapa Bisnis Kecil Gagal?”

  1. Hello there! I could have sworn I’ve been to this site before but after checking through some of the post I realized it’s new to me.
    Anyways, I’m definitely happy I found it and I’ll be bookmarking and checking back often!

Comments are closed.