Kamu Nggak Cocok Bisnis!

Kamu pasti sering dengar kalimat seperti itu. Kalimat ini aku dengan pertama kali pada waktu kecil, dari Ibuku.

“Bapakmu nggak cocok jualan! Rugi terus… Dia beli tembakau untuk dijual, eh malah pulang-pulang tembakaunya habis dia bagi-bagi.”

“Kok bisa bu?” tanyaku polos waktu itu.

“Kata bapakmu, mereka hutang dulu, tapi kamu tahu lah bapakmu, mana tega dia nagih-nagih.”

Kalimat itu cukup membekas di benakku. Sebagai anak dengan latar belakang petani dan guru, menjadi pebisnis tidak pernah sekalipun terlintas di pikiran. Jadi PNS, Guru atau Dosen adalah cita-cita lumrah yang keluarga, tetangga dan lingkungan sematkan pada Syabli kecil. Namun, ada satu paradoks yang sering mucul dalam hati kecil Syabli. Dia tidak mau jadi guru karena hidupnya susah, dia juga tidak mau jadi PNS karena setiap hari dia harus ikut aturan instansi.

Bisa kamu bayangkan, apa yang Syabli lakukan ketika pertama kali mengalami masalah keuangan ketika kuliah? Ya, dia akhirnya lebih memilih untuk berhemat; tinggal di masjid. Dia memilih profesi seputaran jasa; jadi tukang cukur, jadi wartawan, jadi guru privat!

Dia memang nggak cocok jualan, dia nggak cocok bisnis!

Tapi pemahaman itu sekarang berubah, dan itulah tujuan tulisan ini, Semua orang cocok untuk bisnis, SEMUA ORANG BISA BERBISNIS!!! (degan tiga tanda seru).

Awalnya aku juga tidak mengerti, kenapa akhirnya malah terjun di dunia bisnis. Dari orang yang skeptis, tidak punya ilmu, tanpa pengalaman. Pada mulanya terpaksa, kemudian menikmati dan sekarang menjadi sebuah profesi.

Kadang aku juga bertanya, kenapa dari seorang dekan di sebuah universitas swasta tiba-tiba berubah merintis bisnis? Apakah kalau sudah pegang uang, lupa segalanya? untuk menjawabnya, ada satu hal yang menuntut penjelasan lebih lanjut, Kenapa Aku Menikmatinya?

Bisa jadi ada yang terjun bisnis karena tidak ada pilihan lain, tapi berapa banyak orang yang sudah mendapatkan pekerjaan mapan, masih saja tidak menikmati pekerjaannya dan tetap saja bertahan karena tidak mau keluar dari zona nyaman.

Aku tidak menulis ini untuk menyuruhmu keluar dari pekerjaanmu, aku hanya ingin meyakinkanmu bahwa tidak ada yang namanya orang tidak cocok bisnis.

Kalau kesimpulannya seperti itu, kenapa banyak orang gagal ketika mencoba bisnis?

Karena menurut saya, orang yang gagal tidak menggenapkan DUA (2) Syarat Sukses Masuk di Dunia Bisnis. Itulah alasan kenapa Bapakku gagal jualan tembakau, itulah alasan kenapa aku terlambat masuk di dunia bisnis, itulah juga alasan kenapa kamu merasa tidak cocok di dunia bisnis sampai sekarang, dan alasan kamu selalu gagal ketika mencobanya

Penasaran dua syarat sukses bisnis ala-ala pemahaman baca saya selama ini? Silahkan komen di bawah, kalau banyak yang komen saya semangat nulisnya 🙂

3 comments / Add your comment below

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *