Day 3: Little Girl That Has No Name

Hai gadis kecil,

Kau datang tanpa rencana tapi kami berbahagia. Dalam persimpangan keputusan tentang masa yang di depan, kau tiba-tiba muncul. Tangan mungil yang baru terbentuk itu menggenggam tanganku, “Ayah, mau kemana?”

Cukup dengan hanya tahu kau ada di sini, mengingatkanku untuk merenda ulang pita hidup yang telah berputar, untuk digulung ulang sehingga siap untuk menyanyikan lagu yang baru.

Aku tidak ingat pastinya aku tahu kau ada, namun malam-malam yang menyelimuti hari, semakin sering membuat ibumu kepayahan. Itulah tanda kau sedang berjuang untuk menjadi.

Hai gadis mungil,

Maafkan persiapanku yang tak pernah sempurna. Takdir telah menyuruhmu untuk bertemu denganku. Tidak ada yang tahu apa tulisan yang ada di baliknya, kami di sini hanya akan berusaha untuk menjadi tempat persinggahan duniamu, untuk nanti kau siap untuk bertemu kembali dengan penciptamu.

Perlu kau tahu, sudah ada dua pangeran kecil yang telah menanti untuk bermain denganmu. Memang, kami belum bisa memberikan yang terbaik untuk mereka, namun kami sedang belajar dan terus belajar, agar nanti, kala kalian sedang menapak tangga kesuksesan dunia dan akhirat, kami berdua selalu ada di samping kalian.

Oya, kamu mungkin belum kenal dengan dua pangeran itu. Putra mahkota pertama namanya Adzka, kau boleh memanggilnya Abang Atta. Dia sedikit pemalu tapi sangat penyayang. Ketika pertama kali bertemu nanti, ia pasti hanya akan melihatmu dari kejauhan. Tenang saja, itu hanya sebentar. Jika kau sudah merebut hatinya, ia tak henti-hentinya akan mengajakmu bermain.

Pangeran kedua namanya Azfar, kau boleh memanggilnya Abang Affan. Dia memang sedikit cuek, tapi hatinya sangat lembut. Ia selalu sibuk dengan keaktifannya, sehingga mungkin kau tidak akan langsung menjadi magnet hatinya. Akan tetapi kalau kau bisa meraih kepercayaannya, kamu akan menjadi sahabat terbaiknya seumur hidup.

Gadis kecilku,

Hari-hari ini aku kasihan sekali melihat ibumu. Ia sungguh kelihatan letih menantimu, ditambah lagi keinginan kuatnya untuk terus berpuasa. Saat aku bertanya “Apa yang bisa kubantu?” dia hanya menyungging senyum, “Berdoa saja,”

Kapan kamu lahir nak? apakah esok, lusa ataukan malam ini?

Jauh-jauh hari satu tas besar telah ibumu siapkan untuk dibawa ke bidan jaga-jaga kalau kau mau segera bertemu. Ssssttt, ini diantara kita saja, sebuah nama juga sudah ia persiapkan untukmu. Nama yang cantik menurutku. Biasanya aku yang sibuk mencari Nama untuk para pengeran, tapi karena kali ini akan ada putri cantik, biarlah ibumu yang memilihkan.

Apa? kamu penasaran ya… Maaf, aku belum diperbolehkan memberitahumu. (Makanya cepet keluar ya, hehehe)

Gadis mungilku,

Kamu akan memberikan warna baru di rumah kecil kami. Kami belum tahu apa warna kesukaanmu, tidak mengerti bakat dan juga keinginan terbesarmu. Kami hanya bisa memberikan keyakinan bahwa kami ingin menjadi seperti seorang pekebun bukan pemahat. Kami ingin menjadi orang yang selalu berada di sampingmu, merawatmu sambil menikmati bungamu berkembang dan merekah. Kami tidak ingin menjadi seorang pemahat yang memikirkan bentuk dan menumpahkannya padamu.

Wahai gadis mungil tak bernama, Ada satu permitaan sebelum kita bertemu, mudahkan perjuangan ibumu ya. Jangan biarkan ia terlalu lama menderita, bersegeralah untuk bertemu kami, jangan kamu tunda-tunda. Apa kau tidak ingin lahir di bulan mulia ini?

Gadis cantik yang belum bernama, sehat-sehat di sana ya, kami semua mengucapkan selamat datang dan sampai bertemu senyum dalam waktu yang tak lagi lama.

=========

That’s 500 Words, See You Tomorrow

Published by

Syabli Muhammad

yang lagi belajar :)