Day 2: 42% of My Life

Seorang penulis memulai dengan meniupkan nyawa ke dalam karakter-karakternya. Tetapi, jika Anda beruntung, merekalah yang meniupkan nyawa ke dalam diri Anda. -Caryl Phillips-

Hari ini adalah tentang diriku. Ya, aku berumur tepat 30 tahun hari ini. Mungkin ini terdengar biasa dan paling buruk terkesan tua sebagai bagian dari generasi millenial.

Kita coba dengan perspektif yang lain.

Seumpama jatah umurku adalah 70 tahun hidup di dunia, maka angka 30 tahun dalam persentase akan muncul angka 42%. Astagfirullah!!! Aku hampir menghabiskan setengah jatah umurku. Kalau diumpamakan air dalam gelas, jatah minumku hanya tinggal setengah lebih sedikit.

It’s time to look back! What I have done with my life?

… … …

(Baru 100 kata yang aku tulis dan pertanyaan ini begitu menyengat sampai aku tidak tahu harus menuliskan apa)

In my head, questions are spinning. About contribution, legacy, family. What I have left?

Sejujurnya, cukup sedih ketika tidak satupun jawaban yang memuaskan muncul. Apakah memang hidupku banyak kesia-siaan? Seumpama anak yang telah terlalu lama bermain dan lupa pulang? ataukah Seperti Pengembara yang pergi meninggalkan rumah untuk mencari kehidupan yang lebih baik, namun sayang, kehidupan di luar sana mengubahnya menjadi pribadi yang lain, dan ia masih saja mencari tentang arti kebahagiaan? Padahal kebahagiaan itu ada dalam perjalanan yang ia tempuh untuk pulang.

Mari kita telisik beberapa; spiritual, karir dan keluarga.

Dari segi agama, terlalu banyak target yang ingin aku kejar tapi tidak pernah bisa. Keimanan yang lebih banyak turun daripada naik. Menghafal Quran contoh saja. Waktu SMA pernah sempat menyentuh 4 juz, sekarang tinggal sisa-sisa. What a Shame! Astagfirullahal’azhim. Padahal jauh dalam lubuk hati terdalam, kedekatan dengan alquran bisa memperbaiki kehidupanku. Aku mengalaminya tapi tak terus mengamalkannya. Aku harus memulainya, lagi, lagi dan lagi.

Bagaimana tentang karirku. Sampai hari ini, aku belum tahu harus menjadi apa secara professional. But wait? Kalau menurut Jack Ma, 30 to 40 adalah waktu untuk memfokuskan beberapa keahlian sampai akhirnya nanti 40 menjalankan satu tanpa berpaling lagi. I need to pick two or three options to struggle with for the next ten years.

Dalam lingkup keluarga. Ada banyak hak-hak yang belum tertunaikan dengan baik. Dalam diri Istri ada hak, dalam diri Orang Tua ada hak, dalam diri adik-adik ada hak, dalam diri mertua ada hak, dan terlebih lagi dalam diri anak-anakku ada banyak hak. Kesemua hak itu menuntunku untuk berbenah dan terus memperbaiki diri, menegakkan pundak dan membagi waktu secara adil. Belajar, belajar dan terus belajar.

Mungkin tiga hal di atas terdengar egois dan individualistis. Ya kau benar! setelah menuliskannya aku juga merasa demikian.

Senyatanya, di atas semua itu, ada hal Allah dan Rasulnya untukku menjadi pribadi yang bisa meninggalkan dunia ini lebih baik dari saat aku kunjungi pertama kali, 30 tahun lalu. Apa bentuk dan wujudnya? aku sendiri belum tahu. Siapapun yang membaca ini, berdoalah untukku. Tolong! Semoga dalam waktu yang tidak lama lagi, dalam sisa umur yang ada, aku bisa memberikan hal positif sebelum menutup mata.

Penutup tulisan ini, mengutip kata-kata Caryl Phillips di atas, pribadiku yang sebenarnya mungkin tidak persis sama dengan apa yang aku tuliskan di sini. Aku hanya sedang berusaha, setiap hari untuk meniupkan nyawa ke dalam karakter dalam tulisanku. Berharap, aku menjadi orang yang beruntung, merekalah yang akan meniupkan nyawa ke dalam diriku, setiap hari!

That’s 500 words, see you tomorrow!

 

 

Published by

Syabli Muhammad

yang lagi belajar :)