8 Tahun Perjalanan

Merayakan Anniversary Ke-8 di Gili Terawangan [16/09/2012 – 16/09/2020]

Dia pemuda naif. Punya mimpi-mimpi besar tapi rapuh dalam ketekunan. Dia tipe pemikir. terlalu banyak malah yang ia pikirkan sampai-sampai ia tidak bergerak sama sekali. Pertimbangan demi pertimbangan membekukan langkahnya. Sampai akhirnya banyak kesempatan hilang.

Ia adalah penyendiri. Tak suka ia dengan keramaian, berlama-lama dengan orang baru juga pesta atau acara. Kamarnya sendiri adalah tempat ternyamannya. Seperti yang kau duga, ia tidak punya teman, hanya satu-dua. Ia adalah orang yang berpikir bahwa ketika matipun, nggak perlu terlalu banyak orang yang harus menguburkannya. Segelap itu, sesendiri itu, sepemurung itu.

Ia tidak hanya penyendiri tapi juga pemarah. Sensitif lebih tepatnya. Ia auditory sehingga telinganya sensitif sekali terhadap kata-kata. Itulah sebabnya ia tidak terlalu cocok sama orang yang banyak bicara. Karenanya, ia dikenal pendiam, berbicara satu dua.

Dia juga keras kepala. Tidak bisa diatur. Mungkin itulah yang menyebabkan dia jarang bertahan lama dalam sebuah pekerjaan. Ditambah lagi dia sangat moody. Cepet bosan dengan keterulangan. Pekerjaan yang sama, rutinitas yang sama. Aneh memang, orang yang tidak suka kemana-mana tapi bosan melakukan hal yang sama tiap hari.

***

Dia perempuan yang sangat ceria. Tak banyak ambisi yang ia kejar dalam hidupnya. Rangking sepuluh besar sudah cukup baginya. Walaupun ia mampu mengejar posisi tiga besar, tapi ia berpikir, apalah gunanya kalau membuat stress, tidak menikmati hidup dan pertemanan.

Hidupnya simple. Kerjakan apa yang menjadi tugas, insyaAllah bahagia. Nggak usah neko-neko. Tak pernah ia berniat untuk menjadi pemimpin yang memerintah orang-orang. Bukan tidak bisa, dia lebih senang membantu dari samping saja, daripada harus menuntun dari depan.

Ia mendapatkan energi dengan bertemu orang-orang. Ia suka menghadiri acara, berbincang, bercerita dan juga bertukar kisah. Ia paling tidak suka harus berada dalam kamar sendirian dan tak melakukan apa-apa seharian.

Ia kadang bisa kita bilang ceroboh. Langsung action itulah mottonya. Kadangkala ia berpikir setelah melakukannya terlebih dulu. Kalau dalam ilmu penelitian dia bisa disebut praktek dulu baru teori. Mulai dulu, belajar kemudian.

***

2012 mempertemukan mereka…

Dia yang pemikir bertemu dengan dia yang bersegera. Dia yang ragu-ragu bertemu dengan dia coba aja dulu. Dia yang pemurung bertemu dengan dia yang ceria. Dia yang konseptor bertemu dengan dia yang teknisi. Dia yang visioner bertemu dengan dia yang taktis. Dia yang kasar bertemu dengan dia yang lembut. Dia yang suka warna hitam bertemu dengan dia yang menyukai warna cerah.

dari 8 tahun yang lalu, masih sampai hari ini…

Semoga bisa sampai di syurga.

***

Selamat ulang tahun pernikahan untuk Laillina Mardhiyati, terimakasih sudah membersamai. Delapan tahun rasanya baru kemarin, ada banyak mimpi yang masih harus kita kejar. Ada banyak amanah yang wajib kita tunaikan. Ada banyak keajaiban menunggu di tahun-tahun mendatang. (Seperti biasa, mau bilang love you tapi malu)

Published by

Syabli Muhammad

yang lagi belajar :)