Gitu-Gitu Aja!

Kau yang sedang menikmati makanmu di sana, sendirian! Tidakkah kau ingat dulu, bagaimana ibumu membangunkanmu untuk makan sahur, saat dalam letih ngantuknya, membangunkanmu susah payah, karena kau tak mau beranjak dari sarang hangat selimutmu. Bukankan dulu, ayahmu memanggil namamu berkali-kali, tapi kau hanya membali sekali, itupun dengan ucapan mengerang tanpa makna, tanpa niat untuk segera…

Tertinggal Rindu

Saat kita bertemu hari saat dia tiba-tiba telah pergi, tersisa sesungging senyum di ingatan. Mata yang teduh, bibir menggamit bulan sabit, lukisan keikhlasan menggema terang. Ketika dia yang telah bertahun membersamai tetiba menghilang, tergamit suaranya menggema di udara kenangan. Tinggi suaranya saat marah, lembut suaranya kala membelai, dan tenang rimanya kala menasehati. Kala kau tak…

Ini Kunci Kedua Sukses Bisnis

Suatu malam saya berbincang dengan istri, “Hon, saya nggak bisa bisnis tanpa kamu!” “Kenapa?” tanyanya. “Kalau Honey sendiri yang ngejalanin, omset paling berputar di angka 30 sampai 40 juta sebulan. Tapi kalau kita berdua yang ngejalanin, alhamdulillah bisa sampai angka 100 juta bulan ini.” “Kalau Kak Li sendiri yang ngerjain?” dia menggoda. “Kayaknya cuman lima juta perbulan!”…

Selesaikan Dua Hal Ini Kalau Mau Sukses di Bisnis!

Kalau kamu sudah kebelet pengen bisnis dan nggak tahu dari mana, semoga tulisan ini bisa membantu. Kalau kamu sudah coba berbagai bisnis tapi kok ya gagal terus, mudah-mudahan tulisan ini jadi pencerahan. 🙂 Pertama-tama, gini deh! Menurut kamu, kalau manusia di dunia ini dibagi dua kelompok antara introver dan estrover, kamu termasuk yang mana? Introver…

Kamu Nggak Cocok Bisnis!

Kamu pasti sering dengar kalimat seperti itu. Kalimat ini aku dengan pertama kali pada waktu kecil, dari Ibuku. “Bapakmu nggak cocok jualan! Rugi terus… Dia beli tembakau untuk dijual, eh malah pulang-pulang tembakaunya habis dia bagi-bagi.” “Kok bisa bu?” tanyaku polos waktu itu. “Kata bapakmu, mereka hutang dulu, tapi kamu tahu lah bapakmu, mana tega…

Jangan Percaya

Kau yang bersandar mendekap lutut di remang senja, duhai penyendiri. Bertemankan anggukan dan senyum singkat, kau berlabuh mengarungi kerasnya dunia manusia yang penuh gema, kau bising dengan jiwa yang tak lagi kokoh, mungkin tulang punggungmu tak lagi tegak, terkeropos cecar dan juga lumut hijaunya lipstik, mengecup kemudian menjamur. Di kedalaman senyap kau mengiba, hanya bisik…

Selimut Pekat

Hi gelap, Kenapa datang menyapa terus; Aku sudah lelah, sangat lelah. Tatap mata antara iba dan sedih menusuk dadaku. Kau tahu pasti, komentar sinis dan serangan bertubi tidak pernah bisa mengenaiku. Tapi jantungku sangat lunak dalam lingkaran terdalam, sebuah bayang senja di pelupuk mata bisa membuatku memeleh air mata. Senyum mungil juga seakan mengiba, akan…

Day 5: Dua Rasa Satu Hati

Coba pejamkan mata sejenak dan dengarkan suara-suara di luaran sana malam ini. Saat saga merah menggelap, awan-awan putih mulai bergelanyut dalam dekapan remang, tersisa langit dengan bintang dan belum mulai menunjukkan kedipannya. Coba dengarkan, alam sedang menggema takbir. Kau akan mendengar di sebalik suara kembang api yang menghujani langit dengan percik warna-warni, ada seucap akan…

Day 4: Pulang

Aku merasa kesepian ketika semua orang membicarakan pulang. Bukan karena semua orang meninggalkanku atau karena aku tak punya tempat untuk merayakan kepulangan, hanya saja, ada satu lembah kosong yang menyeruak dalam hingar bingar pertemuan kembali ini. Ada banyak pilihan makna dalam kata pulang, masing-masing orang menyerahkan kepada hati untuk memilihkan. Bahkan orang yang tak sempat…